rssilverandlight

Takut Tertipu? Deteksi Asli atau Tidaknya Tas Mewah Menggunakan Alat Ini!


rssilverandlight

 

Dulu, mungkin untuk membedakan antara barang mewah misalnya tas Hermes yang asli dengan yang palsu masih membutuhkan ketelitian serta keahlian khusus.

Tapi kini, Semenjak hadirnya Entrupy, yang merupakan satu-satunya perusahaan start-up di New York, telah menciptakan sebuah teknologi terjitu yang bisa mendeteksi keaslian tas dengan mudah.

Teknologi yang terdapat pada Entrupy ini berupa mikroskop genggam yang bisa disambungkan melalui smartphone guna menguji keaslian barang-barang mewah hanya dalam hitungan menit. Sejak merilis layanan ini pada tahun yang lalu, perusahaan ini mengungkapkan bahwa kedetailan mikroskop tersebut sudah merangkak lebih dari 98 persen dalam 11 merek barang mewah, salh satunya Louis Vuitton, Chanel dan Gucci.

Baca Juga : Koleksi Kan I dari Fendi ini Bikin Gemas!

Meskipun sudah sejak lama, perusahaan barang mewah selalu mengusahakan modal dalam jumlah besar supaya produknya tidak mudah dipalsukan. Penggunaan label berupa hologram sampai printing mikro pun sudah digunakan.

Dari hasil riset lembaga Visiongain di London, sebuah perusahaan produsen pakaian pun bisa menguras keuangan hingga US$6,15 miliar hanya untuk menyempurnakan teknologi anti pemalsuan.

Namun, dalam pengembangan teknologi dan e-commerce, serta makin populernya penjualan barang-barang mewah sekon, memicu perang melawan pemalsuan akan semakin sulit.

 

 

Dan sampai saat ini, database Entrupy pun sudah mencapai angka puluhan juta foto dari sekitar 30.000 tas serta dompet yang berbeda. Software tersebut pun dapat dipelajari dari setiap foto baru yang diupload oleh klien.

“Teknologi ini telah bekerja dengan sebaik mungkin dalam segala objek terkecuali berlian dan porselin, sebab kedua material tersebut mempunyai sifat bias dan sedangkan kami menggunakan analisis optik. Dan kami telah melakukan pengujian terhadap suku cadang mobil, telepon, headphone, jaket, sepatu, sampai minyak mentah,” Ungkap Srinivasan.

Srinivasan mengungkapkan bahwa Entrupy tidak mempunyai relasi dengan brand mana pun yang mereka uji palsu atau tidaknya. Selain itu, LVMH Moët Hennessy Louis Vuitton Se serta produsen barang mewah lain memutuskan untuk tidak menyatakan bahwa terdapat pasar bekas yang melelang produk-produk mereka.

Sampai akhir Juli 2017, Entrupy sudah mengantongi dana sebesar US$2,6 juta dari para investor yang diprakarsai oleh modal gabungan Digital Garage Inc. yang berlokasi di Tokyo serta Daiwa Securities Group Inc.

Dana ini nantinya akan digunakan untuk mendesain kamera yang bisa lebih cepat serta berbentuk lebih portabel dan juga memasukan daftar brand lebih banyak ke database Entrupy.

Artikel Terbaru

Leave a Comment